MUMTAZ Salon Kamar Mandi

Kebersihan berawal dari sini……..

Pintu Kamar Mandi

Pilih Pintu Kamar Mandi Anda!

Kamar mandi yang nyaman tak hanya didukung oleh penataan interior yang tepat namun juga pemilihan pintu yang pas. Jika Anda dapat menyesuaikan pintu yang tepat sesuai jenis kamar mandi, memasang pintu jadi semudah menguncinya.  Selama ini ada dua jenis kamar mandi yang biasa digunakan yakni kamar mandi kering dan kamar mandi basah. Untuk kamar mandi basah (paling banyak digunakan oleh masyarakat) area ruangan selalu terkena air karena ada bak mandi, toilet dan wastafel. Sedangkan pada kamar mandi kering, area berbasah-basahan yakni bath up ataupun shower area, terpisah dengan area kering.

Setelah mengetahui jenis kamar mandi yang sesuai kebutuhan, Anda dapat memilih pintu kamar mandi yang tepat. Ada empat jenis material pintu yang dapat diaplikasikan pada kamar mandi yakni pintu panel kayu, pintu panel aluminium, pintu panel PVC, dan pintu panel kaca. Sebelum Anda memutuskan pintu yang ideal, ada baiknya mengetahui plus-minus dari empat bahan pintu tersebut.

Kayu

Selama ini material kayu paling banyak digunakan untuk pintu, tak terkecuali pintu kamar mandi. Bahkan banyak orang yang tetap menggunakan pintu panel kayu meski akhirnya pintu tersebut cepat lapuk dan rusak. Hal ini terjadi karena daun pintu sering terkena percikan dan tetesan air. Kalau sudah begini, pintu panel kayu  yang terkesan kokoh mendadak kehilangan keistimewaanya.

Oleh karena itu, pintu jenis ini sangat tepat diaplikasikan pada kamar mandi kering. Jika Anda nekat menempatkannya pada kamar mandi basah, pintu ini tidak akan berumur lama meski sudah dilapisi oleh cat, duco, melamin atau plitur. Pelan namun pasti, guyuran air akan mengakibatkan kayu menjadi lembab lalu cepat terkena jamur, lumut, lapuk dan keropos. Kondisi ini semakin cepat terjadi setelah dipengaruhi oleh cuaca yang tak menentu.

Aluminium

Daripada memusingkan perawatan untuk pintu kayu, Anda yang memiliki kamar mandi basah dapat mencoba menggunakan pintu panel aluminium. Sifatnya yang tahan lembab dan antikorosi alias tahan karat dari guyuran air membuat usia pintu ini bertahan lama. Keunggulan lainnya dari pintu aluminium yakni lebih murah dibandingkan pintu kayu. Jika Anda hanya mementingkan fungsinya dan tak mempersoalkan nilai estetika dari pintu kamar mandi, boleh-boleh saja menggunakan pintu jenis ini. Karena sebenarnya tampilan pintu aluminium sangat monoton alias kaku sehingga tak banyak orang menyukainya.

Bila rumah Anda bergaya minimalis, manfaatkan tampilan pintu yang serba abu-abu ini pada kamar mandi karena pas sekali dengan warna dasar konsep minimalis. Namun Anda perlu cermat mengaplikasikannya dan jangan segan meminta saran dari arsitek agar tampilan pintu ini tak merusak interior. Perhatikan juga kelemahan dari pintu aluminium. Kekokohannya gampang berubah akibat pengikat yang mengendur / lepas. Apabila presisi pintu berubah, mudah sekali terdengar suara berisik saat membuka dan menutup pintu.

PVC

Selain pintu panel kayu dan aluminium, ada juga material PVC atau yang biasa dikenal dengan vinyl. Pintu yang dirancang dengan rangka berongga ini dapat dikatakan sebagai terobosan baru karena lumayan kuat dan tahan air. Selain itu, tampilannya menarik, tahan lembab, jamur, lumut, rayap dan perubahan cuaca. Tak seperti pintu aluminium yang memiliki tampilan monoton, pintu PVC punya banyak pilihan warna diantaranya motif urat kayu, motif polos berwarna pastel, dan beberapa elemen penghias di bagian tengah dan pinggir pintu. Pintu jenis ini dapat diaplikasikan pada kamar mandi kering maupun basah. Meski dibuat dengan sistem rangka berongga, pintu PVC masih dapat dilengkapi dengan  kunci khusus kamar mandi yang berbentuk bulat dan engsel pintu (yang juga terbuat dari bahan vinyl) setelah terlebih dulu diberi bantuan sisipan kayu di dalam rongganya.

Berbagai kemudahan yang diperoleh dari pintu ini yaitu harga pintu PVC relatif lebih murah karena tak lagi memerlukan finishing. Begitupula dengan perawatan yakni tinggal dilap dengan kain kering. Meski sepintas perawatannya terlihat mudah, pintu jenis ini tidak cocok jika diaplikasikan pada kamar mandi yang sering terkena sinar matahari. Bahan vinyl tidak dapat menahan sinar matahari secara penuh dan dapat memudarkan warna. Efek ini memang tidak terjadi begitu saja karena terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Kaca

Khusus untuk kamar mandi kering, material kaca dapat menjadi variasi pilihan pintu. Biasanya pintu panel kaca dijadikan pemisah area basah dan kering. Meski terbuat dari kaca, bukaan pintunya bisa mengarah ke depan ataupun ke samping (sliding door). Tergantung selera Anda. Begitupula saat Anda memilih kaca, apakah akan menggunakan kaca bening atau kaca buram. Apapun kaca pilihan Anda, sebaiknya memiliki ketebalan minimal 1 cm. Untuk perawatannya, Anda tinggal menyemprotkan cairan pembersih kaca lalu lap dengan kain kering.

Ari Dwi Astuti/berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 14, 2012 by in Material Kamar Mandi and tagged , .
%d blogger menyukai ini: