MUMTAZ Salon Kamar Mandi

Kebersihan berawal dari sini……..

Tips Desain Kamar Mandi


Kamar mandi adalah suatu ruangan yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan aktivitas membersihkan tubuhnya. Kamar mandi merupakan jenis ruang yang sangat privat, karena disini terdapat aktivitas yang membutuhkan tingkat privatisasi yang sangat tinggi.

Jenis-jenis Kamar Mandi
Pada umumnya kamar mandi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kamar mandi basah dan kamar mandi kering.

  • Kamar mandi basah biasanya terdapat tempat penampungan air (bak), dari bak ini orang mencidukkan air dengan gayung untuk kemudian disiramkan ke tubuhnya. Kamar mandi ini banyak dijumpai di Indonesia.
  • Kamar mandi kering biasanya terdapat bak besar yang digunakan orang untuk berendam (bathtub), kamar mandi jenis ini biasanya hanya ditemukan di negara-negara “Barat”.

Tips Mendesain Kamar Mandi
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum merancang sebuah kamar mandi adalah :

  1. Ketersediaan Air. Jika air mudah didapat maka jenis kamar mandi kering maupun basah dapat digunakan, tetapi jika air susah didapat maka jenis kamar mandi basah lebih tepat, karena memiliki bak penampungan air.
  2. Letak dari Kamar Mandi. Letak dari kamar mandi sendiri juga harus diperhatikan, karena kamar mandi merupakan ruang yang privat maka dihindari mudah terlihat dari pandangan publik dari luar (kecuali kamar mandi umum).
  3. Aliran Udara. Pergerakan udara yang mengalir didalam ruangan kamar mandi juga harus diperhatikan, usahakan udara dapat mengalir dengan mudah agar bau yang tidak sedap dapat keluar dari ruangan kamar mandi dan pergantian udara di dalam kamar mandi sering berganti.
  4. Pengeringan Ruangan. Usahakan lokasi kamar mandi memungkinkan untuk terkena sinar matahari yang cukup agar kamar mandi tidak menjadi lembab, hal ini karena kamar mandi merupakan area yang selalu basah sehingga tingkat kelembapannya cukup tinggi sehingga membutuhkan pengeringan yang cukup tinggi. Karena jika kamar mandi dibiarkan terlalu lembab akan dapat memunculkan timbulnya sumber-sumber penyakit.
  5. Sistem Pembuangan. Jaringan pembuangan dari kamar mandi ke luar ruangan juga harus diperhatikan, jangan sampai pembuangan nantinya akan membuat genangan air kotor di sekitar lingkungan luar rumah yang akhirnya nanti dapat menjadi sumber penyakit.
  6. Material Lantai. Hindari material lantai yang licin. Usahakan menggunakan material yang agak kasar/tidak rata agar tidak terjadi selip yang akhirnya membuat kita bisa jatuh. Karena menurut beberapa data, kecelakaan di dalam rumah yang paling banyak terjadi terdapat di kamar mandi.
  7. Material dan Bentuk Furniture. Hindari material furniture di dalam kamar mandi yang mudah untuk tumbuhnya lumut, karena jika terdapat lumut, furniture tersebut akan menjadi licin. Hindari bentuk furniture yang memiliki sudut-sudut lancip, hal ini dikarenakan jika terjadi kecelakaan di dalam kamar mandi, misalnya terjatuh, maka kemungkinan untuk terluka oleh bentuk furniture yang memiliki sudut lancip tersebut dapat diminimalisir.
  8. Pencahayaan. Usahakan pencahayaan didalam kamar mandi harus cukup agar orang dapat melihat benda-benda yang terdapat di dalam kamar mandi dengan mudah.
  9. Warna. Usahakan warna yang digunakan adalah warna-warna yang cerah (tidak gelap) agar jika ada kotoran yang menempel pada material-material di dalam kamar mandi dapat terlihat sehingga dapat dibersihkan dengan secepatnya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 14, 2012 by in Tips Kamar Mandi and tagged , .
%d blogger menyukai ini: