MUMTAZ Salon Kamar Mandi

Kebersihan berawal dari sini……..

Tidak ada Toilet, Tidak ada Pengantin

India: ‘No Toilet, No Bride’

No Toilet, No Bride’, apa itu? Itu adalah sebuah slogan di India. Kok aneh sih slogannya? Maksudnya apa? Pasti ada yang bertanya-tanya seperti itu. Saya sendiri secara tidak sengaja, menemukan slogan ini setelah membaca salah satu artikel di BBC News kemarin, yang berjudul ‘India Woman Leaves Home For Lack of Toilet’. Jadi, seorang pengantin baru perempuan meninggalkan rumahnya alias minggat untuk sementara waktu, dua hari setelah pernikahannya karena di rumahnya tidak ada kamar mandi. Nama perempuan itu adalah Anita Sihram. Anita Sihram baru kembali lagi ke rumahnya setelah delapan hari, setelah suaminya, Shivram, sudah membuatkan kamar mandi di rumahnya dengan menguras isi tabungan dan bantuan dari temannya.

Jadi begini, India merupakan Negara kedua di dunia dengan sanitasi terburuk. Sebagai informasi, Indonesia menduduki peringkat ketiga (sumber: WHO, 2009). India merupakan Negara dengan populasi kedua terpadat di dunia setelah Cina. Dengan penduduk yang luar biasa banyak, membuat pemukiman penduduk benar-benar sangat padat. Bayangkan kalau Indonesia saja sudah padat sekali, apalagi India. Tidak heran jika pemukiman penduduk di pedesaan dan perkampungan benar-benar padat sampai-sampai tidak ada lahan yang tersisa. Rumah-rumahpun benar-benar sempit sekali dan apa-adanya. India, walaupun sudah mulai maju bahkan ekonominya mulai diperhitungkan, tetapi kesejahteraannya belum merata. Nah, dengan sempitnya lahan yang ada, itulah yang membuat tidak mungkinnya dibangun kamar mandi di dalam rumah. Sehingga, terpaksa untuk kegiatan seperti buang air besar dan mandi itu dilakukan di tempat terbuka. Beberapa organisasi non-profit sudah memberikan bantuan dengan membangun sejenis MCK (Mandi, Cuci, Kakus), itupun di daerah yang memang lahannya memungkinkan untuk dapat dibangun MCK. Masih ada daerah-daerah yang belum dibangun MCK karena lahan yang sangat terbatas. Sebanyak 600 juta orang di India, belum mempunyai kamar mandi dan tidak memiliki akses untuk dibangun MCK (sumber: Youth Ki Awaaz Indian NGO, 2011).

Keadaan seperti itu ternyata sangat merugikan banyak perempuan. Bayangkan saja perempuan harus buang air besar dan mandi di ruangan terbuka. Situasi seperti itu memaksa perempuan untuk mandi sebelum matahari terbit di pagi hari dan setelah matahari terbenam bahkan menuju tengah malam, supaya tidak kelihatan karena gelap. Bayangkan saja, perempuan-perempuan jalan subuh-subuh dan malam-malam, kan menyeramkan. Hal itu pula yang menjadikan kasus permekosaan seringkali terjadi. Hal-hal itulah yang mendasari kenapa perempuan-perempuan India, khususnya yang tinggal di daerah pedesaan dan perkampungan, sangat ingin mempunyai kamar mandi sendiri, supaya aman, nyaman, dan sehat. Untuk itulah pemerintah India, mengadakan slogan ‘No toilet, No Bride’, supaya sebisa mungkin tetap dibuat kamar mandi per keluarga. Bahkan, para orang tua dari pihak perempuan seringkali menanyakan apakah si calon suami sudah mempunyai kamar mandi atau belum. Kalau belum, jangan dulu menikah. Dan ternyata, slogan itu cukup berhasil dalam menyelesaikan masalah ini. Jadi, mau sekecil apapun kamar mandinya, pokoknya harus ada. Oh iya, bagi yang sudah menonton Slumdog Millionaire, pasti bisa mendapat gambaran mengenai situasi di daerah kumuh di India.

Buruknya sanitasi di India, memang menimbulkan banyak masalah kesehatan, terutama Diare. Bayangkan saja, buang air besar, mandi, dan cuci baju itu di tempat yang sama. Belum lagi, tempat buang air besarnya di tempat terbuka, yang memungkinkan virus-virus yang berasal dari feses atau kotoran mereka dengan mudahnya menyebar. Buruknya sanitasi pun otomatis membuat kualitas dari air minum pun tidak bagus. Di India bukan hanya sanitasinya yang buruk, tetapi juga saluran untuk menyalurkan kotorannya pun buruk. Bahkan, di kota-kota besarnya pun mengalami masalah penyaluran kotoran (sewerage system) yang buruk. Ini dikarenakan penduduknya yang super padat. Sistem penyaluran kotoran yang dibangun di suatu wilayah, hanya mampu untuk menampung 3 juta populasi saja. Sedangkan, di wilayah itu bisa terdapat 12 juta orang penduduk. Hal ini lah yang menyebabkan India dinobatkan sebagai Negara dengan sanitasi terburuk nomor dua di dunia. Tidak heran jika di India, sudah ada 535.000 anak dibawah umur 5 tahun yang meninggal karena penyakit Diare. Polusi air juga mengakibatkan timbulnya banyak nyamuk yang membawa penyakit malaria, yang menyebabkan kematian sebanyak 300.000 jiwa. Lihat, dampak yang dihasilkan dari buruknya sanitasi, menyeramkan bukan? World Bank dan United Nations sedang berusaha untuk mengatasi masalah ini, terlebih mereka memang mempunyai target di tahun 2015 nanti negara-negara di dunia sudah mendapatkan sanitasi yang baik yang tertuang dalam Millenium Developmet Goals. Semoga bisa tercapai ya targetnya.

Jadi, apakah Indonesia juga harus memakai slogan ‘No Toilet, No Bride’ juga kah? Lumayan juga lho, sekalian menekan angka kelahiran. Hehe.

Regards,
Sita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 19, 2012 by in Berita and tagged , .
%d blogger menyukai ini: